Tanya Dilema

Suatu pagi, di tengah-tengah pekerjaan, tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada pesan di Facebook Messenger dari seorang temanku.

Seperti Nemo

Ada satu film yang bagiku aneh banget, yaitu Finding Nemo. Inti ceritanya kan ada seekor ayah ikan yang mencari anaknya. Yang aneh itu ternyata ikan ini bisa ngomong. Padahal kalopun ikan bisa ngomong, kan ikan ini ada di dalam air. Coba kita aja yang ngomong di dalam air, kedengeran nggak sama temen kita yang ada di deket kita.

Pakai Bahasa Indonesia

Dari sejak blog pertamaku aku selalu pengen mempertahankan ke-Indonesiaanku, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia di setiap tulisan blogku. Bukan karena aku nggak bisa bahasa Mandarin, Jepang, Korea, atau India, bukan! Tapi sebenarnya emang nggak bisa sih, tapi bukan itu maksudnya.

Hobi

Hobiku adalah membaca. Aku mendapatkannya dari sebuah majalah anak-anak. Jadi gini awal ceritanya, waktu itu ibuku mengirimkan foto dan dataku ke sebuah rubrik koresponden di majalah anak-anak itu. Dan di bagian hobinya, ibuku menuliskan kalo hobiku adalah membaca.

Power Bank

Di jaman gadget seperti sekarang ini, keberadaan smartphone menjadi bagian kehidupan bagi beberapa orang. Tapi di balik kecanggihan dan segala kelebihannya, ada salah satu sisi di mana smartphone justru lebih boros dalam pemakaian daya baterainya.

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Di Balik Nina Bobo

Sebenarnya bingung dengan lagu ini, Nina Bobo. Yang jadi kebingungan adalah kenapa harus Nina aja yang bobo, gimana dengan yang lain? Karena penasaran kan aku jadi browsing cari-cari tau gimana sejarah lagu ini. Eh malah yang ketemu cerita-cerita mistis di balik itu. Tapi di sini aku nggak akan ngebahas cerita mistisnya sih, soalnya kalo orang bilang itu kurang ilmiah. Mengesampingkan cerita-cerita horor tentang lagu Nina Bobo ini, ada beberapa hal yang bisa kita analisa dari lagu ini.

Pembahasan yang pertama, ada yang hapal lirik lagu Nina Bobo? Menurut Wikipedia setidaknya ada dua versi lirik lagu Nina Bobo ini. Versi pertamanya adalah:
Nina bobo oh nina bobo
kalau tidak bobo digigit nyamuk.
Marilah bobo oh nona manis,
kalau tidak bobo digigit nyamuk.


Sedangkan versi keduanya adalah:
Nina bobo oh nina bobo
kalau tidak bobo digigit nyamuk.
Bobolah bobo adikku sayang,
kalau tidak bobo digigit nyamuk.


Ada lagi versi bahasa Belandanya, yaitu:
Slaap meisje, oh slaap, meisje (tidurlah gadis, o tidur, gadis)
als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden. (jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat seekor nyamuk)
Laten we gaan slapen, oh lief meisje, (tidurlah tidur, o gadis manis)
als je niet gaat slapen, zul je door een mug gestoken worden. (jika kamu tidak segera tidur, kamu akan disengat nyamuk)

Pembahasan yang kedua adalah ini sebenarnya lagu anak-anak, fungsinya biasanya dipakai sebagai lagu pengantar tidur anak-anak. Tapi tau nggak, bahwa sebenarnya lagu ini nggak pantas diajarkan buat anak-anak? Biasanya kita dilarang mengajarkan ancaman buat anak-anak biar mereka nggak menganggap hal itu adalah menakutkan atau patut dihindari ke depannya. Tapi lagu ini malah mengajarkan ancaman. Coba liat di salah satu baitnya, ‘Kalau tidak bobo digigit nyamuk’, ini kan ancaman! Jadi si anak ini harus milih salah satu, segera bobo atau rela digigit nyamuk. Dan anak yang baik pasti milih yang pertama.

Pembahasan yang ketiga masih ada hubungannya sama tulisanku yang sebelumnya, soal fitnah kepada nyamuk. Ingat, nyamuk itu menghisap, bukan menggigit!

Pembahasan keempatnya masih ada hubungannya sama pembahasan yang ketiga, masih soal nyamuk. Yang kita tau itu nyamuk nggak akan milih-milih mangsanya, entah itu dia nggak tidur atau sudah tidur, tetep aja dia hajar. Kalo di lagu ini dibilang ‘Kalau tidak bobo digigit nyamuk’, atau harusnya ‘Kalau tidak bobo dihisap nyamuk’, udah tidur pun nggak jaminan itu nyamuk nggak menyedot darah kita.

Pembahasan terakhirnya ada hubungannya sama cerita mistisnya. Dari hasil browsing aku menemukan setidaknya ada tiga cerita di balik nama Nina ini, dua di antaranya yang berhubungan dengan mistisnya. Yang satu namanya Helenina Mustika Van Rodjnik, yang satu lagi namanya Nina Van Mijk. Persamaan dari kedua nama ini adalah keduanya sama-sama keturunan Belanda dan sama-sama dipanggil Nina. Mitosnya kalo ada yang nyanyiin Nina Bobo buat anaknya sebelum tidur di malam hari, maka arwah Nina (nggak tau Nina yang mana) akan menjaga anak itu biar tidur nyenyak sampai pagi.

Dari sini timbul pertanyaan, sebenarnya ada berapa stok arwah Nina yang tersedia? Misalnya gini, di sebuah gang ada 20 anak kecil, 10 di antaranya pas mau tidur dinyanyiin lagu Nina Bobo. Jadi seenggaknya harus ada 10 orang (atau apa?) arwah Nina yang harus menjaga anak-anak di dalam gang ini satu per satu. Ini masih di satu gang, gimana satu kelurahan? Kalopun cerita kedua anak Belanda itu benar-benar ada, mungkin bisa dibagi tugasnya masing-masing ya. Tapi tetep aja, harus punya banyak stok buat ngejagain semua anak di Indonesia ini yang ditidurkan pake lagu Nina Bobo.

Oya, ada satu versi lagi asal mula judul Nina Bobo yang aku dapat, dan sebenarnya aku lebih cenderung ke versi ini. Karena selain sumbernya lebih valid, ini juga lebih ilmiah. Nina Bobo adalah sebuah lagu pengantar tidur dari Indonesia yang bercitrakan irama keroncong. Lagu ini juga dikenal di luar Indonesia, misalnya di Negeri Belanda. Lagu ini dipopulerkan oleh Anneke Grönloh dan Wieteke van Dort. Dalam Bahasa Indonesia, kata-kata yang digunakan untuk menidurkan dalam lagu ini adalah nina-bobo(k) atau nina bobo. Kata kerja seperti “meninabobokkan”, yang juga berasal dari lagu ini, memiliki arti “menyanyikan lagu untuk menidurkan”. Penggunaan kata tersebut spesifik hanya di Indonesia. Sementara itu, dalam Bahasa Melayu, “meninabobokkan” diterjemahkan menjadi dodoi.

Kata “nina” seringkali dikira merupakan nama sebuah gadis. Kata tersebut sebenarnya berasal dari bahasa Portugis menina, yang meskipun juga memiliki arti gadis tetapi bukanlah sebuah nama. Namun, lagu ini dinyanyikan baik untuk anak pria maupun wanita tanpa membeda-bedakan. Beberapa kata Indonesia diserap dari bahasa Portugis; misalnya juga pada kata Nona. Semenjak abad ke-16, bangsa Belanda dan Portugis menuju ke India Timur dan meninggalkan jejak mereka dalam segi bahasa serta kultur budaya.

Kata “bobok” atau “bobo” berasal dari bahasa China. Kata Indonesia yang baku adalah “tidur”, sementara kata “bobok” lebih jarang digunakan dan umumnya hanya diterapkan pada anak-anak. Berdasarkan pada lirik lagu, seekor nyamuk akan menggigit si anak jika tidak segera tidur. Ada lelucon bahwa binatang lain selain nyamuk, yaitu toegezongene, yang akan menggigit.

Referensi:
1. Nina Bobo
2. Sejarah Mengerikan di Balik Lagu Nina Bobo
3. Asal Usul Lagu Nina Bobo

Rabu, 05 Maret 2014

Bikin Layout Buku

Mungkin suatu ketika kita dapat tugas bikin sebuah booklet, atau di kantor bikin pedoman yang berbentuk buku. Dengan tugas ini, apa yang akan kita lakukan? Mengorderkan tugas ke pengetikan? Atau ke percetakan? Satu hal yang perlu diperhatikan adalah sebuah tugas kalo kita berikan untuk dikerjakan ke orang lain hasilnya bisa jadi tidak seperti yang kita harapkan, itu pertama. Yang kedua adalah dengan orang lain yang mengerjakan tugas yang agak rumit dari kita, maka secara tidak langsung kita bikin orang tersebut lebih pintar dan lebih kreatif dari kita. Dan yang terakhir, akibatnya adalah kita tetap berada dalam zona di mana kita nggak bisa ngerjain tugas-tugas seperti itu nantinya, sehingga kita tetap menggantungkan pekerjaan ke orang tadi.

Kalo mau belajar dikit, sebenernya tugas bikin booklet atau buku ini bisa kita kerjakan sendiri, kan udah ada program pengolah kata semacam Microsoft Office atau OpenOffice. Kita tinggal bikin setting-setting aja, udah bisa bikin buku. Kali ini akan aku peragakan gimana cara buat kerangkanya, dalam hal ini aku pake Microsoft Office Word 2007.

Yang pertama adalah menentukan kertas yang akan dipakai. Biasanya yang sering dipakai adalah kertas kuarto, A4, atau folio. Dari Page Setup bisa diliat berbagai ukurannya. Kalo pake kertas kuarto yang berukuran 21,59 × 27,94 cm, pilih kertas bernama Letter. Kalo pake kertas A4 yang berukuran 21 × 29,7 cm, pilih kertas bernama A4. Kalo pake kertas folio yang ukurannya 21,59 × 33 cm, pilih jenis kertas Letter, tapi ganti ukuran Height yang sebelumnya 27,94 menjadi 33. Idealnya sebenarnya bikin booklet itu pake kertas folio, soalnya lebih panjang dan nantinya tata letak halamannya pas.

Secara umumnya bikin booklet di MS Word itu ada dua cara. Yang pertama adalah bikin dokumen seperti biasa aja, tar pas mau mencetak dibuat Page Layoutnya jadi Booklet. Cara ini sebenarnya lebih praktis, tapi kurang berseni. Ingat, yang praktis itu sering bikin nggak kreatif! Cara yang kedua adalah bikin dokumennya langsung dalam layout bukunya. Cara ini yang akan aku tulis di sini.

Karena kita akan bikin dokumen dalam bentuk yang nggak biasa, bergantung pada ukuran kertasnya seperti di atas tadi, setelah menentukan jenis kertas yang akan dipakai maka langkah berikutnya adalah bikin setting agar dokumen yang tampil udah jadi bentuk semi booklet. Sebagai contoh dalam tulisan ini aku pakai kertas folio. Orientasi kertas dibuat mode Landscape. Kemudian semua margin diatur, sebagai contoh aku buat margin atas, bawah, dan kanan dibuat 1 cm. Margin kiri dari dokumen juga akan dibuat 1 cm, tapi di sini margin kiri tidak diisi dengan angka 1. Dihitung dulu dengan memperhatikan panjang kertas, yaitu 33 cm, dibagi 2, jadi 16,5 cm. Kemudian 16,5 ini ditambah margin kiri yang diinginkan tadi, yaitu 1. Jadi margin kiri di Page Setup ini diisi dengan angka 17,5 cm. Lalu untuk bagian Multiple Pages dipilih Mirror Margins. Setelah itu selesai dan klik OK.

Sekarang kita lihat bentuk dokumen yang ada di layar. Hasil dari setting yang dibuat di Page Setup tadi terlihat di sini. Bagian dokumen akan berada di bagian kanan layar, sedang bagian kirinya kosong. Nanti kalo dokumen udah memasuki halaman berikutnya, yaitu halaman 2, dokumen akan berganti ke bagian kiri, sedang sebaliknya bagian kanannya kosong. Itu adalah hasil dari setting Mirror Margins tadi, di mana nantinya untuk halaman ganjil dokumen ada di posisi yang sesuai dengan page setup awal, sedangkan sebaliknya untuk halaman genap akan berada di posisi yang sebaliknya.

Sampai di sini sementara settingnya selesai. Kita udah bisa ngetik dan menyesuaikan sesuai dengan tugas yang kita punya tadi. Kalo udah selesai semua proses pengetikannya dan mau mencetak, perhatikan baik-baik karena proses pencetakan itu nggak begitu aja. Lihat dulu berapa jumlah halaman keseluruhan dari dokumen kita ini, kemudian bagi 4, maka hasilnya adalah jumlah lembar kertas yang dibutuhkan. Kita bagi 4 karena dalam 1 lembar kertas nantinya masing-masing akan ada 4 halaman. Kalo misalnya nggak habis dibagi 4, misalnya jumlah halamannya 26, berarti kelebihan hasil pembagiannya adalah tambahan 1 lembar kertas lagi, berarti akan butuh 7 lembar kertas.

Untuk mencetaknya, pertama pada area Page Range, isi pada bagian Pages. Jika jumlah halaman tadi 26, maka bagi dua, jadi isi Pages dengan angka 1 – 14. Ini berarti hanya halaman 1 sampai dengan 14 saja yang akan dicetak. Kemudian pada bagian print, ganti All Page in Range menjadi Odd Page. Ini berarti halaman ganjil aja yang akan dicetak. Setelah itu bisa diklik OK.

Setelah selesai semua kertas cetakan pada bagian ini, kemudian tanpa mengubah tatanan kertas langsung balik dengan posisi vertikal dan masukkan lagi ke printer. Cetak lagi dengan cara yang sama dengan atas, hanya saja yang Odd Page tadi diganti dengan Even Page. Ini berarti halaman genap aja yang akan dicetak. Setelah itu bisa diklik OK.

Proses berikutnya adalah mencetak halaman sisanya, yaitu halaman 15 sampai dengan halaman 26. Jadi isi Pages dengan angka 15 – 26. Ganti lagi bagian Print yang All Page in Range menjadi Odd page. Kertas yang udah keluar sebelumnya dari printer tadi, tanpa mengubah tatanan kertas masukkan lagi ke printer tanpa dibalik. Setelah itu bisa diklik OK.

Setelah selesai kembalikan tatanan kertas yang udah keluar tadi ke printer dalam keadaan dibalik. Cetak lagi halaman 15 sampai dengan 26 dengan mengganti All Page in Range menjadi Even Page. Setelah selesai, semua cetakan udah bisa dilipat dan dibentuk buku, sesuai dengan urutan halamannya.

Yang perlu diperhatikan sekali lagi di sini adalah jumlah halaman dan kesesuaian nomor halaman pada cetakan. Misalkan halaman 1 yang ganjil, berada di sisi kanan, halaman baliknya yang berada di sisi kiri pasti adalah halaman genap. Di samping halaman genap ini, di sebelah kanan, pasti halaman ganjil dan baliknya yang sebelah kiri adalah halaman genap. Banyak masalah yang timbul karena halaman total tidak habis dibagi dengan 4. Untuk lebih yakinnya bisa dibikin simulasi dulu pake kertas lain. Bentuk lembaran kertas menjadi tatanan bentuk buku dan beri masing-masing halaman dengan nomor halamannya. Dengan simulasi ini maka mencetak bisa lebih mudah.

Kalo paparanku di atas kurang jelas dimengerti karena bahasanya berbelit-belit, anda bisa mencari referensi lain atau bikin eksperimen sendiri. Karena dengan eksperimen sendiri siapa tau anda bisa menemukan cara yang lebih mudah dari caraku tadi. Dan yang pasti anda akan lebih kreatif dalam mengerjakan tugas dan penggunaan programnya.

Senin, 16 Desember 2013

Mendidik Anak Agar Tidak Materialistis

Orangtua jaman sekarang memiliki pekerjaan rumah demikian banyak dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Hal yang paling kentara dan dirasa cukup sulit bagi orangtua adalah membesarkan anak tanpa tumbuh menjadi pribadi materialistis. Upaya orangtua harus demikian kuat agar bombardir iklan di televisi, majalah, maupun pengaruh teman sebaya, yang menjadi beberapa faktor atas sifat materialistis, dapat diredam.

Studi yang dilakukan oleh Penn State’s Smeal College of Business, seperti dikutip dalam No More Misbehavin’ yang ditulis oleh Michele Borba, Ed.D, menyimpulkan bahwa anak-anak sekarang lebih materialistis di usia yang lebih muda lagi. Karena itu, menjadi tugas orangtua untuk menanamkan pemahaman kepada anak bahwa karakter moral, kontribusi terhadap lingkungan, dan kualitas hubungan mereka akan jauh lebih bernilai ketimbang materi yang bisa diperoleh.

Dengan kata lain, orangtua perlu meyakinkan anak bahwa identitas mereka tidaklah didasarkan pada apa yang mereka punya, tetapi pada siapa mereka. Orangtua perlu mempelajari sejumlah cara bagaimana cara membesarkan anak tanpa membuat mereka menjadi individu yang materialistis.

Berikut cara-cara yang disarankan.

1. Membatasi tontonan televisi
Ini aturan yang sering disebutkan oleh para ahli. Sebaiknya anak tidak menonton lebih dari dua jam setiap hari. Selain sejumlah program yang dibuat banyak yang masih tidak sesuai dengan usia anak, iklan yang muncul di antara program tersebut kerap menarik perhatian anak dan pada akhirnya membuat mereka menginginkannya. Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan perhatian anak saat jeda iklan. Kalaupun tidak, jelaskan kepada anak tentang teknik pemasaran yang biasa digunakan dalam iklan. Atau tonton acara yang tidak ada iklannya.

2. Perhatikan apa yang diperhatikan anak
Bila Anda melihat anak ingin menggunakan celana jins skinny, pakaian dengan merek ternama karena melihatnya di majalah, inilah waktunya untuk menjelaskan kepada mereka agar tidak selalu mengikuti arus. Pada awalnya anak mungkin saja akan kesal, sebal, dan mengatakan Anda tidak paham perasaan mereka. Namun, dengan mengingatkan akan hal tersebut, pada akhirnya anak akan meresapi penjelasan Anda.

3. Katakan “tidak”
Bukan tindakan tepat untuk selalu memberikan apa saja yang diinginkan anak. Lagipula, menurut Michele, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini ‘kan? Mengatakan “tidak” atau menolak membelikan benda-benda yang diinginkan anak bukanlah hal keliru.

4. Hadiah tanpa membeli
Sesekali ada baiknya juga melatih anak untuk tidak membeli hadiah bagi anggota keluarga. Hal itu akan mendorong anak untuk kreatif dalam membuat hadiah tanpa mengeluarkan uang, misalnya membuat kartu, puisi, atau poster yang menggambarkan rasa sayang mereka bagi penerima hadiah.

5. Menjadi panutan
Sebelum terburu-buru menyalahkan iklan di televisi maupun teman sepermainan anak, coba lihat kembali diri sendiri. Apakah Anda gemar mengoleksi barang tertentu yang harganya sangat mahal? Apakah Anda sebagai orangtua suka membeli aneka busana dari perancang atau merek terkemuka?
Kalau jawabannya iya, orangtua perlu membenahi diri. Perlu diingat, anak lebih meniru orangtuanya. Dengan kata lain, kalau orangtua ingin memiliki anak yang tidak materialistis, harus bisa menjadi contoh. Percuma saja orangtua mengajarkan anak untuk tidak selalu membeli barang mewah sementara sang ibu masih asyik membeli sepatu atau tas dengan harga selangit.

6. Ajarkan prioritas
Gunakan keputusan berbelanja sebagai peluang untuk mengajarkan perencanaan keuangan, termasuk bagaimana mengontrol keinginan yang tidak perlu. Saat berbelanja untuk keperluan sekolah, misalnya, minta anak untuk membuat daftar barang yang diinginkan lalu buat prioritasnya.

7. Latih kesadaran untuk menyumbang
Tidak harus memaksa anak untuk mau menyumbangkan benda kesayangan mereka. Orangtua bisa menjadi contoh baik dengan menyumbangkan barang sendiri untuk kegiatan amal dan jelaskan alasan Anda melakukan itu. Setelah itu biarkan anak tahu bahwa mereka dapat mendonasikan barang-barangnya juga. Barang tersebut bisa diberikan kepada sepupu yang lebih kecil ataupun kepada anak-anak yang tidak mampu. Hal itu akan membantu anak menyadari bahwa barang hanya objek semata.
Mereka juga belajar untuk melepaskan kesenangan dari barang yang dimiliki agar orang lain dapat merasakan, kesenangan yang sama, seperti yang dialaminya.

Senin, 25 November 2013

Salah Kaprah Kehidupan Berkomputer (bagian 1)

Antivirus
Sering banget dapat pertanyaan gini, ‘Apa sih antivirus yang paling bagus?’ Emang bener kalo antivirus itu ada beberapa tingkatan berdasarkan kinerja, pemakaian ruang harddisk, ataupun cakupan pemindaian, tapi dengan pertanyaan di atas aku hanya bisa menjawab ‘Tidak ada antivirus yang bagus kecuali yang diupdate’. Tanpa update, antivirus itu bagaikan program usang yang hanya bisa menjangkau virus-virus lama. Padahal setiap saat bisa bermunculan virus-virus baru, yang diperlukan database virus yang lebih baru dan lengkap pula untuk dipasang dalam program antivirus, agar antivirus tersebut berjalan sempurna. Tanpa update, antivirus itu bagaikan program yang hanya memperberat laju jalannya sebuah komputer.
Pernah tanpa sengaja ngedengerin dua orang bapak-bapak yang lagi ngomongin tentang antivirus. Kata bapak yang satunya, sambil menyebut sebuah merk antivirus lokal, antivirus tersebut gak cukup kuat buat membasmi virus. Pakai aja antivirus yang satunya dengan merk internasional. Kalo aku sih kembali pada sebuah jargon, antivirus lokal itu sangat ampuh untuk virus lokal. Sedangkan untuk virus internasional, pakailah antivirus internasional pula. Dan sepertinya virus yang lagi diomongin bapak-bapak tadi emang virus internasional, yang tidak terlihat dalam pemindaian antivirus lokal.
Jadi, belum tentu antivirus lokal itu jelek dan gak mutu, gak bisa menghilangkan virus. Liat dulu jenis virusnya, baru komentar. Dan satu lagi, jangan lupa untuk selalu mengupdate antivirusnya.

Memori
‘Memori komputermu itu berapa Giga?’
‘2 GB.’
Si penanya tersebut sebenarnya mau tanya berapa kapasitas penyimpanan komputer, tapi dia tidak menyebut media penyimpanan komputer dengan harddisk, melainkan memori, Dia menjadikan memori eksternal HP sebagai standar kapasitas memori. Padahal komputer tidak pakai memori tersebut sebagai media penyimpanan utama.
Yang disebut memori di komputer adalah suatu benda yang lebih dikenal sebagai RAM (Random Access Memory), sebuah media penyimpanan sementara di mana segala proses komputer dan sistemnya ditempatkan sebelum kemudian disimpan secara lebih permanen di harddisk. Sedangkan media penyimpanan utama sebuah komputer lebih disematkan kepada harddisk, dan tidak perlu dibandingkan berapa kapasitas karddisk dengan memori eksternal dari HP.

Proses Macet
Sering banget liat para pengguna komputer kesal karena proses komputer agak lama. Kemudian beberapa di antaranya mengetuk-ngetuk (atau lebih tepatnya menggebrak-gebrak) monitor. Padahal apa salah monitor?
Istilahnya monitor itu hanyalah alat penayang saja, pengantar hasil proses dari CPU (Central Processing Unit). Sedangkan pemrosesnya ya tentu saja CPU itu sendiri. Kalo kemudian yang digebrak-gebrak monitornya, bisa jadi tindakan ini digolongkan sebagai malpraktek, tindakan di tempat yang tidak semestinya.

Menyalahkan Program
Sebuah saran: jika tidak percaya pada kinerja sebuah program komputer, maka jangan pernah memakai komputer! Pernah gak suatu ketika bekerja dalam sebuah perhitungan rumit menggunakan program spreadsheet, kemudian hasilnya gak sesuai, dan kemudian lagi programnya yang disalahkan? Sebaiknya kita yang harus ngaca dulu, teliti satu per satu proses yang dimasukkan, barangkali ada yang salah. Dan jika ternyata ada yang salah, segera perbaiki, dan kemudian program akan dengan senang hati menunjukkan hasil yang sesuai.
Kebanyakan kesalahan dari sebuah proses komputerisasi berasal dari penggunanya. Komputer hanyalah mengerjakan apa yang diinputkan melalui media input berupa keyboard, mouse, scanner, ataupun media yang lain. Kecil kemungkinan program komputer membelot dengan memproses data yang salah, sebuah data yang tidak melewati proses input tersebut. Namun sayangnya, tidak banyak pengguna komputer yang menyadari bahwa input mereka adalah salah.

Casing Jelek = Performa Jelek
Belum tentu casing CPU yang jelek menghasilkan kinerja yang jelek. Bisa jadi di balik casing yang jelek, usang, dan butut tersebut, tersimpan super CPU yang bekerja sangat cemerlang. Tentu saja, kinerja komputer tidak bergantung pada jenis casingnya, tapi bagaimana jenis pemrosesnya.
Sayangnya kebanyakan orang masih sering ilfeel saat melihat casing CPU yang jelek. Di antaranya kemudian berbalik dan mencari CPU dengan casing yang terlihat lebih bagus. Yang lainnya, masih mau menggunakannya, tapi saat menemui masalah kecil saja, bisa jadi mereka langsung minta komputer yang lebih baru. Padahal bisa jadi, di dalam casing jelek itu tersimpan teknologi komputer yang terbaru.

Ukuran Kertas
Sering sekali dijumpai pengguna komputer menggunakan ukuran kertas legal untuk dokumen kertas folio. Padahal ukuran kertas Legal dengan Folio berselisih sekitar 2 cm. Dengan selisih sebesar itu, pasti banyak perbedaan, terutama bila dokumen yang disetting untuk kertas Folio dipasang dengan setting kertas Legal. Masalahnya akan muncul pada saat dokumen tersebut dicetak.
Kebanyakan dari pengguna umumnya malah tidak mensetting kertasnya sama sekali. Mereka lebih berprinsip: buka program, ketik, cetak. Padahal umumnya sebuah program mengetik yang standar tanpa ada pengaturan default lebih lanjut, default pengaturannya ada di kertas A4, dengan margin hampir sama: 2,54 cm atau 1 inci. Jika dokumennya memang untuk dicetak di kertas A4, pengaturan awal tersebut tidak akan terlihat. Tapi akan terlihat saat dicetak dengan kertas lainnya.

Itulah beberapa kesalahan tapi kebiasaan yang sering terjadi dengan kehidupan berkomputer di masyarakat awam. Tentulah bukan mereka yang salah, apalagi jika mereka tidak dan belum mengerti (terutama jika mereka benar-benar tidak dan belum mengerti). Ya mungkin tidak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang bagaimana hakekat berkomputer yang baik dan benar, atau mungkin sedikit sekali sumber yang bisa ditanyai bagaimana dengan masalah-masalah tersebut. Yang pasti hal tersebut bisa menjadi pembelajaran, bukan hanya bagi yang belum tau, tapi juga yang sudah tau, bahwa tidak semua orang mempunyai pengetahuan dan pengertian seperti mereka yang sudah tahu.

Rabu, 29 Agustus 2012

Copyright vs Copyleft

Copyright (international sign: ©) is a creator or holders exclusive right to manage idea results or any information management. Basically, copyright is “the right to copy a creation”. Copyright also give the probability the holders to limiting creation invalid copies. Commonly, copyright has any limited period validation.

Copyright uses to any art or creation. The creation includes poets, dramas, and any writing arts, films, choreographies (dances, ballets, etc.), music compositions, sound recordings, paintings, drawings, sculptures, photos, softwares, radio and television broadcastings, and industry designs (in any jurisdictions).

Copyright is one of intellectual rich rights kind, but copyright is different with the others intellectual riches physically (such as patent, that give monopoly rights as invention uses), because copyright isn’t a monopoly rights to do something, but the right to prevent the other persons to do it.

The law to manage copyright usually just includes the creation as manifestation of particular idea, and common ideas, concepts, facts, styles, or possible represented techniques are not includes. For example, Mickey Mouse copyright forbids any forbidden persons to spreads the cartoon copies, but it doesn’t forbid mouse figure creations or the other artistic commonly.

Copyleft is copyright’s word scramble and just like the contrast of each meaning (right vs left), so that the meaning both of the words. Copyleft is a right usage practices to omits the forbid to distribute copies and modification versions of the creations to the other people and it requires the same freedoms to the next versions. Copyleft is use to the creations, such as software, documents, music, and arts. If copyright assumes as the way to limit the right to recreates and redistributes the creation copies, copyleft uses to ensure that everybody that receive the creation copies or versions can reuse, re-modification, and also redistribute creations or derivative versions. Commonly, copyleft is against copyright.

Authors and developers, whose use copyleft to their creation, can involve other persons to develop their creation as the part of continuity process. One of the examples of copyleft license is GNU General Public License.

Sabtu, 31 Maret 2012

Chili

All we know that chili is hot, because salty is salt. So, what make the chili hot? There thing named capsaicin in chili, this is hot source. It is so strong until it will give strong effect even in a few accounts.

Then, how does the hot come? In our feeling system there are any accepted pain sensor molecule layers. The pain sensor activated by hot, acid, and any other chemical reaction. When capsaicin touches pain sensor, feeling system was reacted and effected to “hot”. Then body was reacted to increase metabolism, just like when headed to disease attack.

How to lose the hot? Never use the water because it no use at all. Capsaicin molecule is hard to soluble by water. It is better to use milk because it can tie capsaicin. So the hot goes faster, because it was tied by milk that flows to humans gastric.

It is effective to lose the hot in our mouth. If the eye feels hot, never give it milk!!!

Kamis, 29 Maret 2012

Cleopatra

If we call Cleopatra, we will remember about Egyptian beautiful queen. But wait for a second, which Cleopatra do we say? Because in ancient Egypt history, actually there are seven queens named Cleopatra.

So, which one the most famous and the most beautiful? She is Cleopatra VII. She attract two Roman emperors in different eras with her beauty, they are Julius Caesar and Mark Anthony.

By Cleopatra’s appeal, Roman’s Triumvirate (three emperors) fights one another. Mark Anthony left his wife, Octavianus’ sister to get Cleopatra. It made Octavianus so angry. He attacked Mark Anthony and Cleopatra with his fighter soldiers. Mark Anthony and Cleopatra’s soldier lost in Actium, Greece, in 33 B.C.

Just like fifteen centuries too early Romeo and Juliet roman, Mark Anthony and Cleopatra desired to continue their love in eternal world. They were suicide. Mark Anthony killed himself by sword, and finally died in Cleopatra’s arm. While the queen killed herself by let herself bite with Asp snake (Egyptian cobra).

After Cleopatra death, Egypt fell in Octavianus’ arm, while he became the Roman’s Greatest Emperor with new name: Augustus, which recently named as month name.

Senin, 30 Januari 2012

K-Pop

K-Pop, kepanjangannya Korean Pop ("Musik Pop Korea"), adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.

Musik pop Korea pra-modern pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre "oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang (berdasarkan sumber).

K-Pop adalah sebutan yang lebih umum untuk menyebut kelompok yang lebih spesifik, seperti boyband atau girlband yang sekarang lagi menjadi trend di kalangan anak muda di negara kita ini. Hal ini untuk lebih menegaskan bahwa boyband atau girlband tersebut memang bagian dari K-Pop, tapi tidak berarti K-Pop hanyalah boyband atau girlband, karena banyak kesan yang berkembang seperti itu (tentang boyband atau girlband sebagai grup vokal pernah aku tulis di sini).

Dari beberapa video musik, khususnya dari beberapa grup vokal yang aku amati, terdapat beberapa keistimewaan yang mungkin bisa menjadi inspirasi (bukan hanya untuk dijiplak secara membabi buta) bagi industri musik, khususnya grup vokal di Indonesia. Karena kebanyakan grup vokal tersebut diiringi dengan tarian yang enerjik dan dinamis, hampir sama dengan grup-grup vokal jaman dulu. Namun yang berbeda adalah bagaimana gerakan tarian tersebut lebih dinamis dari grup vokal jaman dulu, dengan bentukan formasi dan gerak yang berubah-ubah hampir di setiap bagian lagu, didukung pula dengan set yang beragam dan terlihat kaya warna.

Industri musik K-Pop modern juga tidak asal dan sembarangan dalam melepas seorang/sebuah penyanyi ke pasaran. Agar penampilan mereka tidak malu-maluin, kebanyakan pihak manajemen membuat proses training dalam jangka beberapa waktu dengan jenjang yang bertahap. Jadi meskipun pada awalnya perekrutan mereka dilakukan secara instan, namun dalam proses sebagai penyanyi ‘betulan’ tidak ada yang instan. Dari tahapan tersebutlah kemudian tersaring para pemain yang siap bersaing dalam dunia permusikan.

Aliran musik K-Pop kontemporer pun sangat bervariasi, tidak hanya sekedar pop biasa namun juga banyak dipengaruhi oleh pop dance dan pop tekno (untungnya tidak ada yang terpengaruh dengan pop melayu). Sehingga hanya dengan mendengarkan musiknya, akan muncul kesan semangat dan ceria dalam dari lagu yang dibawakan. Kesan akan terasa lebih kuat dengan dukungan dance dari lagu tersebut.

Hal inilah yang seharusnya menjadi inspirasi di industri musik negara kita. Tidak hanya menjiplak lagu, tampilan, atau video klip dari para penyanyi negara lain yang sudah lebih dulu muncul dan mapan, namun bagaimana pembinaan sejak dini bertahun dan bertahap yang bisa memunculkan kembali penyanyi-penyanyi yang lebih berkualitas dan bukan sekedar instan yang muncul secara sekilas dan hilang secara berkilat. Berharap akan muncul lagi beberapa penyanyi yang akan menjadi legenda jangka panjang di masa mendatang.

Kamis, 22 Desember 2011

Generalisasi Ataupun Pengkhususan Hari Ibu

Ada apa dengan tanggal ini sehingga ada banyak sekali sanjung buat ibu? Hari ibu? Mengapa hari ini? Mengapa harus hari ini? Mengapa hanya hari ini? Bukankah kasih ibu ada setiap hari? Lalu mengapa hari ini?

Kalo kemudian memang tanggal ini harus dinamai dengan 'Hari Ibu', berarti ini memang peringatan nasional, bukan khusus buat ibu masing-masing. Karena ibu masing-masing memang tidak hanya berjuang hari ini saja, sehingga jasa dan kasihnya tidak perlu dikenang hari ini saja, dan akhirnya hari ini, tanggal ini, dan di bulan ini, hanyalah sebuah simbol pengenangan perjuangan masa lalu saja, bukan untuk individual.

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronos, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. Bukan karena dasar ini kalo kemudian aku menganggap hari ibuku adalah di bulan Maret, tapi karena alasan yang aku tulis di sini. Dengan catatan, ini hari ibu khusus buatku, kalo buat ibu masing-masing pastinya berbeda-beda kan? Bisa mengikuti 'ketentuan' peringatan nasional, atau punya hari ibu buat pribadi sendiri-sendiri.

Sabtu, 19 November 2011

Kresna

Menurut kitab Mahabharata, Kresna berasal dari Kerajaan Surasena, namun kemudian ia mendirikan kerajaan sendiri yang diberi nama Dwaraka (Dwarawati). Dalam wiracarita Mahabharata, ia dikenal sebagai tokoh raja yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Dalam kitab Bhagawadgita, ia adalah perantara kepribadian Brahman yang menjabarkan ajaran kebenaran mutlak (dharma) kepada Arjuna.

Dalam perang Bharatayuddha, Kresna tidak terlibat secara langsung. Dikisahkan sebelum perang berlangsung, Kresna sebagai duta Pandawa menawarkan perdamaian kepada pihak Kurawa dengan menyerahkan beberapa daerah wilayah Hastinapura kepada Pandawa. Pihak Pandawa hanya meminta lima desa sebagai tempat mereka memerintah dari wilayah kerajaan Hastinapura, kerajaan yang sudah termasuk daerah bekas daerah Indraprastha (Kandawaprastha), yang dulunya merupakan kerajaan milik Pandawa. Keterlibatan aktif Kresna dalam perang hanyalah sebagai kusir kereta milik Arjuna. Sebelum perang berlangsung, Kresna memberikan pilihan kepada Arjuna dan Duryudana antara dirinya yang tidak bersenjata atau bangs a Narayana dengan persenjataan lengkap. Dan ternyata Arjuna memilih Kresna sebagai sais keretanya. Bagi yang pernah menonton serial kolosal Mahabharata yang pernah disiarkan di televisi, mungkin masih ingat bagaimana sesaat sebelum perang dimulai, Arjuna dan Kresna mengobrol lama banget, sampai-sampai obrolan itu baru selesai setelah tiga episode. Obrolan tersebut terangkum dalam kitab Hindu Bhagawadgita, menggambarkan bagaimana keraguan hati Arjuna saat berkeliling memeriksa barisan perang Pandawa. Saat melihat ke seberang kubu Kurawa, dilihatnya para saudaranya sendiri, kakek, guru, teman sepermainan yang harus dia lawan dalam perang besar ini, sehingga timbul keraguan untuk melanjutkan keikutsertaannya dalam perang ini. Namun dalam beberapa nasehatnya, Kresna membesar hati dan menguatkan semangat Arjuna dalam menghadapi perang ini. Bahkan Kresna menampakkan wujud aslinya sebagai Wismarupa, guru para dewa, yang hanya disaksikan oleh tiga orang pada waktu perang keluarga Bharata akan berlangsung. Ketiga orang tersebut adalah Arjuna, Sanjaya, dan Byasa (Abyasa). Namun Sanjaya dan Byasa tidak melihat secara langsung, melainkan melalui mata batin mereka yang menyaksikan perang Bharatayuddha.

Namun sebenarnya, Kresnalah sosok penting di balik kemenangan Pandawa. Dialah penasehat strategi Pandawa dan para sekutunya. Dialah tokoh di balik kematian Bisma, Mahaguru Durna, Karna, Jayadrata, Burisrawa, dan terakhir Duryudana. Siasat yang dibumbui dengan tipu muslihat, yang kemudian menyebabkan dirinya dianggap biang kekalahan Kurawa oleh Duryudana. Menurut Mahabharata, kematian Kresna disebabkan oleh kutukan Gandari. Kemarahannya setelah menyaksikan kematian putera-puteranya menyebabkannya mengucapkan kutukan, karena Kresna tidak mampu menghentikan peperangan. Setelah mendengar kutukan tersebut, Kresna tersenyum dan menerima itu semua, dan menjelaskan bahwa kewajibannya adalah bertempur di pihak yang benar, bukan mencegah peperangan.

Setelah perang, Kresna tinggal di Dwaraka selama 36 tahun. Kemudian pada suatu perayaan, pertempuran meletus di antara para kesatria Wangsa Yadawa yang saling memusnahkan satu sama lain. Lalu kakak Kresna – Baladewa – melepaskan raga dengan cara melakukan Yoga. Kresna berhenti menjadi raja kemudian pergi ke hutan dan duduk di bawah pohon melakukan meditasi. Seorang pemburu yang keliru melihat sebagian kaki Kresna seperti rusa kemudian menembakkan panahnya dan menyebabkan Kresna mencapai keabadian.

Referensi dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna dan buku 'Betapa Dahsyatnya Kutukan-Kutukan dalam Kisah Mahabharata'

Selasa, 15 November 2011

Bangsa Khazar, Leluhur Bangsa Israel

Pemaparan ini digambarkan oleh Benjamin Freedman, seorang Yahudi penentang Zionis, yang ditampilkan dalam sebuah video 'Ya'juj dan Ma'juj (Gog and Magog) pt. 3 (Tembok dan Asal-Usul).
Bangsa Yahudi – saya menyebut mereka Yahudi karena mereka dikenal sebagai Yahudi. Saya tidak menganggap mereka Yahudi. Saya menyebut mereka hanya sebagai ‘dulunya Yahudi’ karena saya tahu siapa mereka sebenarnya. Jika Nabi Isa adalah orang Yahudi, maka tidak ada Yahudi pada jaman sekarang ini. Dan jika terdapat orang Yahudi, maka ‘Tuhan dan penyelamat’ kita bukanlah salah seorang dari mereka dan saya bisa membuktikannya.

Apa yang terjadi pada saat sekarang ini? Bangsa Yahudi Eropa Timur, yang terdiri dari 92% populasi dunia yang menyebut diri mereka Yahudi, sebenarnya berasal dari bangsa Khazar. Mereka berasal dari suku yang hidup di pedalaman Asia yang gemar berperang. Dan mereka sangat gemar berperang sehingga bangsa-bangsa Asia yang lain mengusir mereka keluar dari Asia menuju Eropa Timur. Dan untuk memudahkan dan tidak membingungkan mengenai sejarah Eropa Timur, mereka telah membangun sebuah kerajaan Khazar yang seluas 800 ribu mil persegi, tapi tidak termasuk negara Rusia dan tidak termasuk negara yang lain.

Dan kerajaan Khazar adalah sebuah negara yang terbesar di Eropa ketika itu. Sangat besar dan berkuasa sehingga jika raja-raja yang lain hendak berperang, kerajaan Khazar akan meminjamkan 40 ribu tentara kepada mereka. Begitulah besar dan berkuasanya mereka ketika itu. Saat itu, mereka hanyalah pemuja ‘Phallic’, yaitu sesuatu yang kotor. Saya tidak akan menerangkan tentang itu sekarang.

Agama mereka sama dengan orang-orang pagan (kafir) dan yang tidak berkaitan dengan tempat-tempat lain di dunia. Raja menjadi sangat muak dengan kejatuhan moral kerajaannya sehingga dia membuat keputusan untuk menganut kepercayaan monoteisme seperti agama Kristen, Islam, ataupun seperti yang dikenal sekarang sebagai Judaisme (Yahudi) dan Talmud. Jadi, dia seperti memutar roda dan berkata ‘eeny, meeny, miney, moe’ dan terpilih agama yang disebut Yahudi. Dan ini menjadi agama resmi. Dan dia mengirim orang ke sekolah-sekolah Talmud ‘Pumbedita’ dan ‘Sura’, dan dia menyediakan beribu-ribu ‘rabi’ (guru agama) dengan ajaran mereka. Dan membuka rumah-rumah ibadat dan sekolah-sekolah di dalam kerajaannya yang seluas 800 ribu mil persegi, dan mungkin mempunyai rakyat sebanyak 10 atau 20 juta orang. Dan merekalah orang-orang Yahudi yang kita kenal sekarang ini.

Tidak ada seorang pun di antara mereka yang mempunyai keturunan yang pernah memijakkan kaki di tanah sucinya Israel. Tidak saja pada tulisan sejarah lama, tapi walaupun dari awal masa, tidak seorang pun antara mereka! Dan mereka tetap datang kepada orang Kristiani dan memohon untuk mendukung pemberontakan bersenjata di tanah Palestina dengan mengatakan ‘Kamu harus membantu mengembalikan golongan yang dipilih Tuhan ke tanah yang dijanjikan (Israel), yaitu tanah asal mereka. Kami berikan kepada kamu salah seorang dari kami untuk menjadi Tuhan dan penyelamatmu. Mulai sekarang kamu pergi ke gereja setiap Ahad, dan berlutut ketika kamu menyembah seorang Yahudi, dan kamilah orang Yahudi.’

Maka mereka sama seperti bangsa Khazar yang kafir, yang berganti agama sama seperti orang Irlandia. Dan tidak masuk akal untuk menyebut mereka ‘orang-orang dari tanah suci’ karena seperti 54 juta orang Islam yang berbangsa Cina. 54 juta! Dan Nabi Muhammad telah wafat pada tahun 620 M. Pada waktu itu 54 juta orang Cina telah menerima Islam sebagai agama yang mereka anut. Sekarang bayangkan, di Cina, 2000 mil jauhnya dari tanah Arab, di mana kota Mekah berada, tempat kelahiran Nabi Muhammad. Bayangkan jika 54 juta orang Cina itu menyebut diri mereka sebagai orang Arab. Bayangkan! Mungkin mereka akan disebut gila. Siapa yang percaya 54 juta orang Cina itu adalah orang Arab, pasti disebut orang gila. Apa yang mereka lakukan adalah menganut satu agama yang berasal dari Mekah, di tanah Arab. Begitu juga orang Irlandia. Apabila orang Irlandia menganut agama Kristen, tidak ada siapapun yang menyeberangi lautan, dan menjadi penghuni baru dari tanah suci (Israel) yang Kristiani. Mereka bukanlah orang yang berbeda. Mereka adalah orang yang sama, tapi mereka telah menerima agama Kristen sebagai pegangan agama mereka.

Sebuah fakta menarik: semua Perdana Menteri Israel lahir di luar Israel (tentu saja, pas mereka lahir belum ada negara 'buatan' Israel), dan semua lahir di negara di daerah Eropa Timur.

Minggu, 06 November 2011

Kisah Sang Banowati

Dewi Banowati, putri yang cantik dan manja, adalah permaisuri Prabu Anom Suyudana atau Duryudana dari Astinapura. Puteri Prabu Salya dari Kerajaan Mandaraka ini bersaudara lima orang. Kakaknya, Dewi Erawati, setelah dewasa menjadi istri Prabu Baladewa. Dewi Surtikanti menjadi istri Adipati Karna. Banowati anak ketiga, menjadi istri Suyudana, walaupun sebenarnya ia amat mencintai Arjuna. Ia masih punya dua orang adik, yaitu Burisrawa dan Rukmarata. Ketika Arjuna membantu Baladewa menemukan Dewi Erawati yang diculik oleh Kartawiyoga, Banowati berkenalan dengan ksatria tampan itu. Segera ia jatuh cinta pada Arjuna. Walaupun sebenarnya Arjuna juga tidak menolak cinta putri Prabu Salya itu, namun cinta remajanya kandas, karena akhirnya Dewi Banowati terpaksa menjadi istri Prabu Anom Suyudana atas desakan ayahnya dan kakak iparnya, Baladewa. Ia bersedia diperistri Suyudana dengan syarat agar waktu akan menjadi pengantin, Arjunalah yang memandikan dan merias dirinya. Meskipun syarat itu sebenarnya amat menyinggung perasaan Suyudana, namun penguasa Astina itu akhirnya menyetujuinya. Sebagian dalang menyebutkan pada saat dimandikan dan dirias, Dewi Banowati mendapat mantera ajian dari Arjuna yang menyebabkannya tetap seperti perawan, walaupun kelak setelah melahirkan anak.

Dalam pewayangan Dewi Banowati adalah contoh karakter wanita yang tidak setia pada suami. Setelah kawin dengan Suyudana, Banowati masih tetap saja mencintai Arjuna. Perasaan cinta ini pula yang menyelamatkan jiwa Burisrawa, adik Banowati. Burisrawa suatu saat masuk ke kediaman Arjuna di Kasatrian Madukara dan berusaha memperkosa Dewi Wara Subadra, istri Arjuna. Dalam usaha mempertahankan kehormatannya Dewi Subadra mati tertusuk keris Burisrawa. Putra Prabu Salyapati ini akhirnya tertangkap dan seharusnya akan dihukum mati, tetapi Dewi Banowati segera datang dan membujuk Arjuna, sehingga Burisrawa diampuni dan akhirnya dibebaskan.

Dalam berbagai cerita pedalangan sering dikisahkan secara samar tentang hubungan gelap dan perselingkuhan Banowati dan Arjuna. Ketika Banowati melahirkan anaknya yang pertama, wajah bayi itu temyata amat mirip dengan Arjuna. Kenyataan ini amat menggelisahkan Banowati dan Arjuna, karena mereka khawatir perselingkuhannya terbongkar. Karenanya Arjuna lalu memohon pada para dewa agar anak Banowati jangan mirip dirinya. Permohonan itu dikabulkan, dan wajah bayi itu berubah menjadi mirip Suyudana. Anak pertama Banowati ini diberi nama Lesmana Mandrakumara, yang tingkah lakunya seperti orang lemah mental. Anak keduanya diberi nama Lesmanawati, lahir sebagai putri cantik. Lesmana Mandrakumara mati dibunuh Abimanyu dalam Baratayuda, sedangkan Dewi Lesmanawati diperistri Warsakusuma, putra Adipati Karna.

Menjelang dan selama Baratayuda berlangsung, beberapa tokoh Kurawa mencurigai Dewi Banowati sering membocorkan rahasia pihak Kurawa kepada pihak Pandawa. Bambang Aswatama, putra tunggal Begawan Drona, termasuk tokoh pengikut Kurawa yang amat membenci Dewi Banowati. Terlebih lagi ketika selesai Baratayuda, Banowati yang waktu itu sudah janda, dengan senang hati ternyata bersedia menjadi istri Arjuna. Dengan dendam yang meluap dan kebencian yang membara, pada suatu malam Aswatama berhasil menyusup ke Keraton Astina dan membunuh Banowati.

Walaupun kecantikan dan kemolekan tubuhnya tidak ada celanya, Dewi Banowati memang bukan contoh karakter wanita yang baik dalam pewayangan. Cintanya pada Arjuna membuat Banowati sebagai seorang istri bukan saja mengabaikan dan merendahkan wibawa suaminya, namun juga mengkhianatinya. Sebagian dalang Wayang Kulit Purwa bahkan menempatkan Banowati sebagai sasaran olok-olok. Ki Dalang antara lain mengunakan tokoh panakawan untuk mengungkapkan sindiran atau olok-oloknya. Biasanya tokoh Petruk yang ditampilkan untuk keperluan itu.

Selain itu pada beberapa lakon carangan Banowati juga diberi peran sebagai wanita gampangan. Misalnya, dalam lakon Brajadenta-Brajamusti, atau Brajadenta Mbalela, dikisahkan Brajadenta beralih rupa menjadi Gatotkaca, dan kemudian merayu Dewi Banowati. Mengenai tabiat Dewi Banowati yang tidak terpuji itu, sebenarnya seluruh keluarga Kurawa juga mengetahui atau mencurigainya. Tetapi karena sikap Duryudana yang tetap melindungi istrinya, membuat mereka tidak bereaksi secara terang-terangan. Mereka takut pada saudara tuanya. Hanya Aswatama, putra tunggal Begawan Drona, yang diam-diam menaruh dendam pada permaisuri Astina itu. Nama Banowati, dalam Kitab Mahabarata ditulis Bhanu-matti, yang artinya 'wanita bercahaya bagaikan sinar matahari'. Kata 'banu' atau 'bhanu' artinya matahari, sedangkan kata 'matti' atau 'wati' menunjukkan bahwa ia seorang wanita.

Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa tokoh Dewi Banowati dilukiskan dalam dua wanda, yakni wanda Golek dan wanda Berok.  Selain pada Wayang Purwa, nama Dewi Banowati juga terdapat pada Wayang Krucil atau Klitik, dan di pentas Langendriyan. Banowati yang ini adalah istri Adipati Ranggalawe dari Tuban. Mereka mempunyai tiga anak, yakni Dewi Sekati, Watangan, dan Buntaran.

Lakon-lakon yang melibatkan Banowati adalah Kartawiyoga Maling, Alap-Alapan Surtikanti, Suyudana Rabi, Subadra Larung, Brajadenta-Brajamusti, dan Aswatama Nglandak. (referensi)

Banowati bermata jaitan, hidung mancung agak mendongak. Tetapi dalam tingkah lakunya, mata itu membelalak dengan kerlingan tajam (Jawa; njambal goreng), dan bila pandangannya mengenai orang terasa pedas menusuk hati. Banowati berjamang dengan garuda membelakang, bersunting waderan panyang, bersanggul gede, jatuh di atas bahu. Berkalung ulur-ulur. Banowati berwanda Golek, karangan Sri Sultan Agung, dan Berok. (sumber dari Sedjarah Wayang Purwa, terbitan Balai Pustaka juga tahun 1965, disusun oleh Pak Hardjowirogo, diambil dari sini)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Aktivasi Otak Tengah

Aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum diaktivasi.

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan di depannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya di antara kerumunan orangtua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda di balik tembok atau di dalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seseorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha dibuktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat mendeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training  ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orangtua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orangtua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti Sang Pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.

Sumber di sini

Rabu, 19 Oktober 2011

Penyakit Teranyar Saat Ini

1. Ogah-Prihatinis (Ogah-Menderitasis)
Penyakit yang disebabkan oleh Virus SSG (Suka-Suka Gue) ini gampang menyerang pada anak-anak remaja, tetapi kalau tidak hati-hati, orang tua pun bisa kena.
Gejala-gejalanya:
- Biasanya nafsu makan tinggi, badan cepat besar, bongsor, gemuk, dan bawaannya pingin happy-happy, senang-senang melulu dan ogah menderita.
- Malas, lesu dan badan mudah capek dalam bekerja atau belajar, maka biasanya pasien menjadi lebih suka menonton daripada membaca atau bekerja.
- Sebagai akibatnya daya tahan tubuh turun, mudah ngantuk, mudah lupa dan akibatnya akan menaikkan kadar kolestotol (biasanya disebut jerawat). Penyakit ini susah disembuhkan. Sampai sekarang ini belum ada obat yang manjur untuk mengatasinya. Ini sangat merepotkan keluarga, guru, atau pasangan hidup.

2. Gila-Hartanitis
Penyakit ini dsebabkan olah Virus HUV (Hidup Untuk Verut). Biasanya menyerang kaum dewasa yang sudah bekerja, alias tahu duit. Lebih ganas daripada anjing gila ataupun sapi gila.
Gejala-gejalanya:
- Mata menjadi hijau (alias mata duitan!)
- Tenggorokan kering dan terasa haus terus (haus uang, haus barang, haus sukses, dll.)
- Susah tidur, otak berputar-putar terus!
- Pasien ini hanya bisa tidur 3 – 4 jam saja sehari.
- Kalau sudah parah, penyakit ini akan membuat pasiennya hilang ingatan. Maka perlu cepat-cepat dilarikan ke tempat-tempat ibadah. Jika perlu, setelah konsultasi dengan dokter, boleh juga diminta opname di pondok pesantren.

3. Gengsianisis
Penyakit imi menyerang segala umur, dari anak-anak sampai oma-oma. Penyakit ini ditularkan dari mulut ke mulut, dan juga lewat layar kaca. Penyebab belum terdeteksi, nampaknya asli dari dalam dari sendiri, setan pun kagak tau…
Gejala-gejalanya:
- Kepala mendongak keatas, wajah menyeramkan, dan gampang marah, karena penyakit ini menyerang otak pengendali rasa malu dan menaikkan kadar sombongsit sehingga pasien akan merasa lebih dari yang lainnya.
- Khusus untuk pasien berusia muda, penyakit ini membuat pasien alergi terhadap terik matahari, suka yang halus-halus saja, serta demen di ruangan ber-AC, berjam-jam di salon, doyan jamu-jamuan, lotion dan segala perawatan tubuh. Kalau sudah parah, penyakit ini bisa sungguh amat sangat menakutkan.
- Pasiennya gampang lupa, lupa pada dirinya, lupa pada temannya dan lupa pada “Pencipta”-Nya.

4. Shopping Syndrome
Penyakit ini biasa menyerang kaum wanita, terutama umur 17 – 55 tahun.
Gejala-gejalanya:
- Kalau melihat baju dan sepatu baru, mata susah berkedip, wajah berbinar-binar, tangan gemetaran dan mulut ngiler.
- Kaki tak bisa diam, tak betah di rumah, dan pingin keluyuran mulu ke supermarket. Kalau sudah parah, penyakit ini tidak tanggung-tanggung serangan:
- Stadium 2: Dompet sendiri.
- Stadium 3: Dompet teman alias ngutang.
- Stadium 4: Dompet suami bisa amblas.

Minggu, 16 Oktober 2011

Jabbawockeez

Saat servis sebuah CPU, si pemilik CPU memintaku untuk menginstal program untuk membuka file-file video, terutama untuk file-file *.flv. Tadinya dia meminta aplikasi MPC untuk diinstal, tapi karena setelah diinstal program MPCnya kemudian error, aku mencoba menginstal aplikasi lain sebagai alternatifnya. Aku mencoba pake KMP, setelah instalasi selesai file-file flv bisa dijalankan. Tetapi setelah direstart ternyata flv tidak mau lagi dibuka lewat KMP.

Dari situ aku coba-coba membuka file-file videonya. Dari beberapa yang bisa dibuka, aku menemukan file-file tentang JabbaWockeez. Kebetulan kemudian pemiliknya menjelaskan apa dan siapa itu JabbaWockeez. Beberapa file yang bisa dibuka, terutama file *.3GP, bisa menjelaskan sekilas tentang JabbaWockeez.

Akhirnya CPU itupun harus diinstal ulang sistem operasinya dan menginap semalam lagi di servisan. Setelah selesai semua aplikasi diinstal, aku kemudian membuka kembali file-file video yang kemarin tidak bisa dibuka. Terutama kemudian aku cari video-videonya JabbaWockeez. Eh, ternyata penampilannya bagus-bagus, sehingga kemudian aku salin deh satu folder JabbaWockeez tadi, berisi beberapa video-video penampilan mereka.

Karena masih penasaran, aku coba cari sendiri info tentang apa dan siapa itu JabbaWockeez. JabbaWockeez (dibaca: Jabbowakiz) adalah kru dance hip-hop dari San Diego yang memenangkan musim pertama kompetisi reality dance America’s Best Dance Crew. Sejak kemenangan itu, grup ini mendapatkan tawaran yang lebih besar dengan tampil di beberapa video musik dan iklan, tur internasional, dan tampil dengan Shaquille O’Neal di NBA All-Star Game tahun 2009. Mereka dikenal dengan memakai topeng polos berwarna putih dan sarung tangan untuk membuat penonton fokus kepada gerakan mereka sebagai kelompok daripada individunya.

Grup awalnya berasal dari daerah teluk San Francisco di awal tahun 1990an, di mana kedua anggota pendirinya Gary “Gee One” Kendall dan Randy “DJ Wish One” Bernal adalah anggota dari kru dance MindTricks. Phil “Swaggerboy” Tayag, Kevin “KB” Brewer, dan Joe “Emajoenation” Larot dari Sacramento juga bergabung dengan kru MindTricks bersama. Tayag, Brewer, dan Larot kemudian pindah ke daerah San Diego, tapi sebagai rasa terima kasih untuk jadwal perjalanan Gary Kendall sebagai penampil dan instruktur dance, mereka tetap menjaga hubungan dengan grup MindTricks. Phil, Kevin, dan Joe mulai tampil dengan menggunakan topeng dan sarung tangan putih sehingga mereka disebut trio “Three Musky”. Motif topeng dan sarung tangan diadaptasi sebagai penghargaan untuk keahlian kru Media Sirkas dari San Francisco di tahun 1970an.

Usaha kru MindTricks yang dimulai di bagian selatan California ini kemudian dikembangkan ke dalam JabbaWockeez. Nama “JabbaWockeez”, diciptakan oleh Joe Larot, terinspirasi dari monster fantasi dari puisi Lewis Carroll. Topeng dan sarung tangan putih dari penampilan Phil, Kevin dan Joe sebagai Three Musky diambil sebagai ciri khas visual grup ini. Di San Diego, lewat koneksi Gary, JabbaWOckeez merekrut Rynan “Kid Rainen” Paguio dan Chris “Cristyle” Gatdula dari grup b-boys ke dalam kelompoknya. Ketujuh anggota asli JabbaWockeez memulai penampilan mereka sebagai grup di tahun 2003. Anggotanya terdiri dari Gary, Randy, Phil, Kevin, Joe, Rainen, dan Chris.

JabbaWockeez menambah jumlah anggotanya, sehingga total mereka berjumlah sebelas orang. Jeff “Phi” Nguyen dari Phoenx bertemu Rynan Paguio di beberapa tempat audisi dan penampilan Los Angeles, dan mendapat tempat di JabbaWockeez dengan perlombaan melawan Kevin Brewer. JabbaWockeez juga membawa alumnus Kaba Modern Ben “B-Tek” Chung dan Eddie “Eddiestyles” Gutierrez dan Saso “Saso Fresh” dari b-boys ke dalam grup.

Anggota JabbaWockeez juga menampilkan grup dance hip-hop mereka sendiri di California. Phil Tayag membuat Boogie Monstarz di tahun 2003, Kevin Brewer mendirikan SuperGalacticBeatManipulators di tahun 2005, dan Joe Larot mendirikan Press P.L.A.Y. di tahun 2006. Tiga grup ini menjadi bagian dance kolektif yang lebih besar dengan JabbaWockeez yang dinamai Family Royale.

Di tahun 2007, JabbaWockeez tampil di musim kedua America’s Got Talent. Tampil dengan sembilan anggota, grup ini tersingkir di episode Las Vegas Callbacks.

Gary Kendall meninggal karena komplikasi pneumonia dan meningitis pada tanggal 14 Desember 2007, sesaat sebelum grup ini memulai audisi di musim pertama America’s Best Dance Crew. Sebagai figur mentor grup ini, Kendall menganjurkan JabbaWOckeez mendapat kesempatan di tingkat nasional dengan mengikuti audisi untuk pertunjukan reality kompetisi dance seperti America’s Got Talent dan America’s Best Dance Crew.

JabbaWockeez mengikuti audisi dengan kontingen berjumlah tujuh anggota untuk musim pertama America’s Best Dance Crew (ABDC), karena ketentuan pembatasan anggota kru untuk pertunjukan ini. Sebenarnya, grup untuk ABDC harusnya terdiri dari Gary Kendall, Phil Tayag, Kevin Brewer, Joe Larot, Rynan Paguio, Chris Gatdula, dan Phi Nguyen. Tetapi kemudian Gary meninggal di tahun itu, dan Joe menderita cedera lutut selama ronde audisi. Grup memilih Ben Chung untuk menggantikan Joe di show ini dan membiarkan tempat kosong milik Gary, sehingga maju dengan enam anggota.

Dalam keputusan perundingan mereka untuk memerankan penampilan mereka di pertunjukan sebagai kesatuan yang utuh, semua tampilan JabbaWockeez di ABDC dimulai dalam formasi yang sama dengan akhir penampilan mereka di minggu sebelumnya, kecuali penampilan di Evolution of Street Dance di minggu keenam dan penampilan grup dengan kru yang lain.

Mereka menerima jumlah pendapatan dan keberhasilan yang luar biasa dari kemenangan mereka di musim pertama mereka di ABDC pada tahun 2008. Penampilan terakhir kru JabbaWockeez saat memenangkan hadiah USD 100.000 adalah “Stronger” dari lagu Kanye West, yang menandai penampilan pertama mereka di depan umum tanpa topeng.

Yang menarik, menurut penjelasan pemilik CPU tadi, anggota JabbaWockeez ini multiras, beberapa ada yang berasal dari Asia, bahkan ada juga yang katanya dari Indonesia. Kalo keterangan yang ini aku gak dapat infonya dari berbagai sumber, tapi yang terlihat jelas memang wajah-wajah mereka itu seperti wajah orang Asia, juga terlihat dari nama-nama mereka.

Jumat, 14 Oktober 2011

Pindad 2000

PT. Pindad adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia. Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.

Pemerintah Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Pemerintah Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT. PINDAD sekarang ini. Sejak saat itu PT. PINDAD berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat. PT. PINDAD berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. PINDAD (Persero) pada tanggak 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada dibawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT. Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT. Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).

Tahun 2002 PT. BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. PINDAD beralih status menjadi PT. PINDAD (Persero) yang langsung berada dibawah pembinaan Kementerian BUMN. PT Pindad telah sukses memproduksi berbagai senjata ringan yang sudah digunakan TNI dan Polri, kendaraan militer, mesin industri & jasa seperti lini produk air brake prods, peralatan kelautan, dan lain-lain.

Pada dasarnya PT. Pindad dibagi menjadi 2 tempat, yaitu berlokasi di Bandung, dan satunya di Malang. Yang di Bandung memproduksi senjata dan peralatan umumnya, sedangkan yang di Malang adalah divisi yang memproduksi amunisinya. Yang di Malang ini secara umum dibagi menjadi 2 tempat, satu tempat sebagai pabrik produksinya, sedangkan satu tempat lagi sebagai pabrik kimia dan mesiunya, yang pernah meledak beberapa tahun yang lalu.

Alhamdulillah, aku pernah melaksanakan praktek kerja lapangan di PT. Pindad Malang saat STM dulu, jadi aku juga sudah pernah merasakan bagaimana bekerja di tempat yang menyenangkan ini selama kurang lebih 2 bulan. Beberapa pengalaman bisa aku dapatkan, terutama kedisiplinan yang tidak pilih kasih untuk semua karyawan ataupun siswa prakteknya. Seperti yang pernah aku dengar dari berbagai sumber di sana, bahwa tahun sebelumnya beberapa orang siswa yang praktek di sana diberhentikan dari prakteknya dan mendapatkan sanksi tidak akan bisa diterima di instansi manapun selamanya, karena menyelundupkan beberapa barang produksi dari dalam pabrik untuk dibawa pulang. Sehingga hal tersebut memunculkan kehati-hatian dan kedisiplinan ekstra bagi siswa-siswa yang praktek di sana pada tahun-tahun berikutnya.

Rabu, 12 Oktober 2011

Candi Arimbi

Saat kembali ke Kediri dari Surabaya, aku sempat tersesat saat melewati jalan pintas masuk dari Mojoagung. Harusnya aku belok ke kanan di salah satu pertigaan, tapi aku gak terlalu memperhatikan pertigaan itu sehingga aku lurus saja dari pertigaan itu. Saat melihat kemudian jalan berubah naik turun dan berkelok-kelok, aku tersadar kalo ini bukan jalan yang benar yang aku lewat saat berangkat tadi. Sempat berniat langsung balik kanan saat itu juga, tapi masih aku terusin perjalanan melewati jalan itu.

Tak disangka, ternyata aku melewati sebuah candi di jalan itu. Dari papan nama di sampingnya, terbaca jelas nama candi itu adalah Candi Arimbi. Letak candi itu benar-benar persis di pinggir jalan, sehingga tanpa masuk pun dari jalan terlihat jelas puing candi itu. Dari jarak sekitar 50 m puncak candi itu sudah terlihat.

Candi Arimbi ini adalah salah satu di antara sekian banyak peninggalan Majapahit namun letaknya sangat terpencil dari semua peninggalan Majapahit lainnya. Peninggalan Kerajaan Majapahit kebanyakan terdapat di daerah Majokerto. Di sekitar Candi Arimbi ini ditanami dengan aneka bunga dan dikelilingi pohon-pohon cengkeh.

Dilihat dari motif atau corak arsitekturnya, Candi Arimbi mempunyai latar belakang agama Hindu, di mana di candi ini dulu terdapat Arca Purwati sebagai istri Dewa Siwa yang sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta. Sementara di pelataran atau halaman candi terdapat arca-arca yang berciri khas Hindu.

Dewi Parwati dikenal sebagai simbol wanita yang benar-benar mempunyai seluruh syarat terbaik sebagai seorang wanita, ibu dan istri. Parwati juga dianggap sebagai dewi lambang kesuburan, bersama-sama dengan Siwa, mereka berdua sering digambarkan sebagai yoni (simbol wanita) dan lingga (simbol laki- laki).

Arca-arca Hindu cukup banyak ditemukan di halaman candi. Sayangnya, arca-arca itu sudah tidak berada dalam kondisi utuh, bahkan beberapa di antaranya hanya menyisakan potongan anggota badannya saja. Di halaman candi terdapat reruntuhan batu. Di antaranya ada sebuah lapik bekas untuk menempatkan arca. Pada lapik itu hanya tersisa telapak kaki arca. Sebuah hiasan kala dengan ukuran agak besar, tergeletak di salah satu sudut halaman candi. Diperkirakan, batu ini dulunya digunakan untuk menghiasi pintu masuk ke ruangan (bilik) candi. Suatu hal yang lazim terdapat pada candi-candi Hindu lainnya di propinsi Jawa Timur. Nama Candi Rimbi juga sering disebut juga Cungkup Pulo. Nama Rimbi dikaitkan dengan nama tokoh pewayangan bernama Arimbi, isteri Werkudoro (Bima).

Candi ini mempunyai ruangan pusat, tempat Arca Purwati dan arcanya sekarang di Museum Nasional Jakarta, yang melukiskan Tribuwana Wijaya Tungga Dewi, Raja Majapahit yang memerintah pada tahun 1328 – 1350 M. Masa pembangunan Candi Arimbi pada abad XIV M pada jaman Majapahit.

Secara administratif letak situs Candi Arimbi berada di Desa Pulosari Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, secara arsitektural bangunan Candi Arimbi berdiri di atas alas dengan tinggi dan tangga masuk berada di sebelah barat, bahan terbuat dari batu andesit sedangkan pondasinya dari bata, arah hadapnya ke barat. Situs Candi Arimbi sekarang memiliki luas 896.56 m2.

Candi ini terletak di sebelah tenggara Kota Jombang atau sekitar 24 km dari Kota Jombang. Dari Mojoagung atau jalan provinsi yang menghubungan Surabaya-Jombang, candi ini terletak di sebelah selatan dengan jarak tempuh ± 17 km menuju kawasan pegunungan Wonosalam. Tinggi candi ± 10 m, lebar ± 6 m dan panjangnya ± 8 m. Setelah wafatnya Dewi Arimbi, konon jasadnya disemayamkan di Candi Arimbi ini. Sejak saat itu pula lambat laun wilayah di sekitar candi ini dikenal sebagai Dusun Ngrimbi.

Namun sayangnya, candi ini belum pernah dipugar atau mendapatkan perawatan selayaknya sehingga tak tampak lagi kemegahannya. Beberapa bagian candi setinggi sekitar delapan meter mulai terlihat pecah-pecah dan bagian puncak dan tengah keropos. Di musim hujan seperti saat ini, lumut hijau juga semakin subur tumbuh menutupi permukaannya. Hal ini seharusnya tak perlu terjadi jika ada "sentuhan serius" dari pihak berwenang dan yang diberi tanggungjawab.

Untuk mencapai obyek wisata sejarah ini, dapat menggunakan berbagai macam alat transportasi. Ada angkutan umum dari Mojoagung menuju Wonosalam yang dapat ditempuh sekitar 30 menit. Lokasi candi persis di tepi jalan raya Mojoagung – Wonosalam. Namun, akan lebih menyenangkan jika perjalanan memakai kendaraan pribadi (mobil atau motor) sebab setelah kunjungan ke kawasan ini, kita bisa melanjutkan perjalanan sepuasnya untuk menikmati panorama lain di kawasan Pegunungan Anjasmara Wonosalam.

Kondisi Candi Rimbi ini sepintas mirip dengan Candi Sumur yang berada di Sidoarjo. Badan candi yang seolah terkoyak itu masih berdiri tegak di antara reruntuhan batu andesit yang berada di sekitarnya. Dengan kondisi seperti itu, sulit diketahui seperti apa sebenarnya bentuk badan dan atap candi. Meski demikian pada bagian kaki candi masih bisa ditemukan berbagai relief yang menggambarkan manusia dan hewan. Salah satu relief yang unik adalah adanya relief yang menggambarkan sepasang manusia (pengantin) yang berada dalam sebuah gentong. Sayangnya hingga sekarang belum bisa diketahui isi cerita yang coba digambarkan melalui relief-relief tersebut.

Dan akhirnya aku memutar balik motorku setelah melewati gapura masuk Kecamatan Wonosalam, sehingga sekali lagi aku bisa melihat Candi Arimbi sekali lagi. Semoga lain kali aku bisa ke situ lagi, tentunya bukan karena tersesat salah jalan.

Selasa, 11 Oktober 2011

Bung Hatta

DR. (HC) Drs. H. Mohammad Hatta atau lebih dikenal Bung Hatta adalah proklamator RI, Wakil Presiden I RI, Bapak Koperasi Indonesia, negarawan, pahlawan, diplomat, dan ekonom. Itulah gelar kedaulatan yang Bung Hatta sandang. Namun, selain gelar-gelar di atas yang biasa kita baca, ada hal lain yang tidak kalah penting yang membuat saya kagum seraya bangga atas sosok Bung Hatta lainnya yakni santun, jujur, hemat, serta uncorruptable.
Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Pada usia 19 tahun, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (sekarang Universitas Erasmus) dan mendapat gelar Drs. Bung Hatta. Selama di Belanda, Bung Hatta terus melakukan perjuangan kemerdekaan untuk bangsa di nusantara. Aktivitasnya dalam organisasi menyebabkan Hatta pernah ditangkap pemerintah Belanda.
Tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi CPNI yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda menangkap Hatta, bersama Soetan Sjahrir, ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun.
Tahun 1945, Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI, bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI sehari setelah ia dan Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena peran tersebut maka keduanya disebut Bapak Proklamator Indonesia. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Bung Hatta meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun.

Bung Hatta, Sikap Negarawan yang LangkaBila India memiliki Mahatma Gandhi sebagai bapak negarawan yang sederhana, santun, bersahaja bagi rakyatnya, maka Indonesia memiliki Bung Hatta. Sepanjang hidupnya, Bung Hatta berperilaku senantiasa menampilkan sikap yang santun terhadap siapa pun. Baik kawan maupun lawan. Terhadap Bung Karno yang pada masa sebelum kemerdekaan melakukan kerja sama cukup erat namun kemudian mereka tidak dapat bekerja sama secara politik, tetapi sebagai sesama manusia, Bung Hatta masih menghormatinya. Ketika Bung Karno sakit, Bung Hatta menengoknya. Demikian pula sebaliknya. Kesantunan menjadi sikap dalam hidupnya untuk saling menghargai.
Banyak kisah tentang dia yang menyadarkan kita semua, bahwa Indonesia pernah memiliki seorang pemimpin dan negarawan yang teramat bersahaja. Dan, itu pula yang disampaikan Rachmawati Soekarnoputri dalam tulisannya yang dimuat di Harian Kompas, 9 Agustus 2002, Mengenang 100 Tahun Bung Hatta. Dalam tulisan tersebut, putri mendiang Bung Karno tersebut mengatakan, suri teladan yang perlu diteladani dari Bung Hatta adalah sifat dan perilakunya yang fair dan jujur. “Jujur di sini, tidak hanya terbatas pada tidak melakukan praktek KKN selama berkuasa atau menjabat. Namun, lebih dari itu, Bung Hatta jujur terhadap hati nuraninya,” kata Rachmawati.
Hal itu terlihat saat Bung Hatta mulai tidak sepaham dengan Bung Karno antara lain menganggap Bung Karno sudah ke-kiri-kirian, terlebih saat Bung Karno mencetuskan ide Nasakom, Bung Hatta yang sudah tidak sepaham lagi dengan Bung Karno memilih mengundurkan diri 1 Desember 1956
Kejujuran yang diperlihatkan Bung Hatta dalam hal ini justru menunjukkan sikap ksatria seorang negarawan yang patut dihargai dan dicontoh. Kendati demikian, hubungan pertemanan antara Bung Hatta dan Bung Karno tidak lalu berubah menjadi permusuhan, malahan Bung Hatta melakukan kerja sama yang kritis terhadap Bung Karno (critical cooperation). Bahkan, adakalanya Bung Hatta memberikan masukan langsung datang ke Istana selain menulis surat atau menelepon. Dan, Bung Karno pun tetap menganggap Bung Hatta sebagai teman bukan musuh yang harus “dilumpuhkan”.
Rachmawati juga mengungkapkan bahwa sikap fair dan perilaku terasa ketika Bung Karno sakit setelah terjadinya G30S/PKI tahun 1965. Ketika Bung Karno mulai jatuh sakit, Bung Hatta tetap memberikan perhatian kepada Bung Karno. Bahkan, pada saat sakit yang diderita Bung Karno semakin parah pada tahun 1969 dan terpaksa harus dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Bung Hatta bersikeras menjenguk Bung Karno di mana tak satu pun pejabat atau tokoh lain mau menjenguk Bung Karno.

Wakil Presiden Bung Hatta Harus Menabung Membeli Sepatu “Bally”, Tapi…..Salah satu kisah mengugah dari Bung Hatta yang dikenang masyakarat adalah kisah tentang sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Untuk itulah, maka dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya.
Setelah itu, dia pun berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Ini tak lain karena uangnya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik.
Andai saja Bung Hatta mau memanfaatkan posisinya saat itu, sebenarnya sangatlah mudah baginya untuk memperoleh sepatu Bally, misalnya dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalannya. Barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat. Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi.
Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya—hingga Belanda mau mengakui kedaulatan Indonesia, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal. Meski memiliki jasa besar bagi kemerdekaan negeri ini, Bung Hatta sama sekali tidak ingin meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain atau negara.
Menurut Jacob Utama, Pemimpin Umum Harian Kompas, segala yang dilakukan Bung Hatta sudah mencerminkan bahwa dia tidak hanya jujur, namun juga uncorruptable, tidak terkorupsikan. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk menodainya dengan melakukan tindak korupsi. Mungkin banyak masyarakat berkomentar, “Iya, lha wong sepatu Bally harganya, kan, selangit.”
Namun lagi-lagi itulah, ternyata bukan hanya sepasang sepatu itu yang tidak mampu dibeli Hatta. Barang lain yang juga tak mampu dibelinya adalah mesin jahit yang juga sudah lama didambakan sang istri. Wah, mengapa bisa begitu? Ya, tak lain karena setelah mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden, 1 Desember 1956, uang pensiun yang diterimanya sangat kecil. Bahkan saking kecilnya, sampai-sampai hampir sama dengan Dali, sopirnya yang digaji pemerintah. Dalam kondisi seperti ini, keuangan keluarga Bung Hatta memang sangat kritis.
Sampai-sampai, pernah suatu saat Bung Hatta kaget melihat tagihan listrik, gas, air, dan telepon yang harus dibayarnya, karena mencekik leher. Menghadapi keadaan itu, Bung Hatta tidak putus asa. Dia semakin rajin menulis untuk menambah penghasilannya. Baginya, biarpun hasilnya sedikit, yang penting diperoleh dengan cara yang halal. Itu sebabnya, mengapa Bung Hatta mengembalikan sisa uang yang diberikan pemerintah untuk berobat ke Swedia. Itu dilakukan, karena sepulang dari Swedia Bung Hatta mendapati bahwa uang tersebut masih bersisa, dan dia merasa itu bukan haknya.
Sungguh mengangumkan. Apa yang dilakukan Bung Hatta adalah karena dia ingin menjaga nama baik. Bukan hanya dirinya sendiri, tetapi nama baik bangsa dan negara. Dalam konteks itu pula, maka Bung Hatta pun tidak berusaha bekerja di berbagai perusahaan meski sebenarnya sangat memungkinkan. Dalam pandangannya, jika dia bekerja pada perusahaan, maka citra seorang mantan wakil presiden akan runtuh. Juga, jika dia menjadi seorang konsultan, maka sebenarnya dirinya sedang terjebak ke dalam bias persaingan usaha yang sarat dengan kepentingan.
Pemikiran yang luar biasa itulah yang dijalankan oleh Bung Hatta. Bung Hatta lebih memilih hidup sederhana demi menjaga nama baik bangsa Indonesia. Bung Hatta telah mengorbankan dirinya bagi negeri ini. Bung Hatta begitu hati-hati menggunakan kekuasaan.
Sungguh mengagumkan. Apa yang dilakukan Bung Hatta adalah karena dia ingin menjaga nama baik. Bukan hanya dirinya sendiri, tetapi nama baik bangsa dan negara. Pemikiran yang luar biasa itulah yang dijalankan oleh Bung Hatta. Bung Hatta lebih memilih hidup sederhana demi menjaga nama baik bangsa Indonesia. Bung Hatta telah mengorbankan dirinya bagi negeri ini. Bung Hatta begitu hati-hati menggunakan kekuasaan.
Semoga melalui artikel yang diangkat dari kisah nyata dari seorang pemimpin besar bangsa ini, seorang proklamator yang turut memperjuangkan NKRI dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa, memberi kebanggaan sekaligus teladan bagi rakyat Indonesia, terutama generasi muda. Membaca kisah ini mestinya membuat malu bagi setiap warga Indonesia, terutama para pejabat, baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif yang berebut kursi kekuasaan. Bagaimana mungkin anggota dewan sudah meminta jatah laptop di awal jabatannya? Bagaimana timpangnya sikap Bung Hatta dengan sikap Kementerian SBY yang minta kenaikan gaji pasca 1 hari dilantik?
Semoga kisah Bung Hatta tentang Sepatu Bally menjadi bagian dari artikel dalam pendidikan sekolah terkait pendidikan antikorupsi dan bela negara. Saya terharu sekaligus kagum mengetahui bahwa seorang Wakil Presiden RI yang juga bapak proklamator harus menabung untuk membeli sepatu “bally”, tapi…. hingga akhirnya hayatnya ia harus memendam cita-citanya! Terima kasih Bung Hatta!

Tulisan Aslinya

Minggu, 09 Oktober 2011

Rating Acara Televisi

Sejak 1992, Nielsen Media Research (NMR) melakukan pengukuran jumlah penonton tayangan televisi di Indonesia. Pengukuran share penonton televisi yang sekarang akrab dikenal sebagai rating, awalnya hanya dilakukan pada audiens televisi di Jakarta dan Surabaya. Kini penyebaran audiens yang dipantau melalui metode peoplemeter ini sudah menjangkau 9 kota utama di Indonesia, yaitu Greater Jakarta, Greater Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makasar, Greater Yogyakarta, Palembang, dan Denpasar yang mulai dipantau sejak Juli 2004.

Rating adalah persentase penonton suatu acara dibandingkan dengan total atau spesifik populasi pada waktu tertentu. Data riset NMR ini sangat berpengaruh bagi industri pertelevisian di tanah air, terutama bagi pemain-pemain industri hiburan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada biro riset lainnya yang menampilkan data pembanding. Seringkali, kesuksesan sebuah acara diukur oleh tingginya rating yang berhasil diraih. Walaupun sebenarnya tidak demikian adanya. Seperti yang dikemukakan oleh NMR sendiri, bahwa teknologi peoplemeter tersebut hanya mengukur jumlah penonton yang sedang menonton paling tidak minimum 1 menit (atau 17 detik) tanpa mengukur preferensi (suka/tidak suka) maupun kualitasnya (baik/buruk) suatu program acara TV.

Selasa, 27 September 2011

[Seri Kediri: 3] Sambel Tumpang

Setiap orang Kediri pasti tahu sambal tumpang, makanan yang membuat orang Kediri di perantauan kangen setengah mati ini di daerah lain kadang disebut nasi tumpang Kediri. Makanan khas Kediri ini berbahan dasar tempe yang mengalami fermentasi lebih lama daripada tempe yang biasa dikonsumsi, kadang biar gampang menyebutnya sambel tumpang terbuat dari tempe “busuk”. Tapi, jangan khawatir bukan busuk expired, tetapi berfermentasi lebih lama.

Tempe untuk bahan sambal tumpang ini bukan sembarangan, Konon tempe untuk sambal tumpang kalau bukan tempe Kediri tidak bisa. Bahkan di Kediri pun tidak semua tempenya enak buat sambal tumpang, seperti di satu tempenya bisa dibuat sambal tumpang, tetapi di desa lainnyatidak bisa kalaupun dipaksakan rasanya tidak bisa sesedap biasanya.

Sambal tumpang disajikan tanpa banyak variasi yaitu: nasi, sayuran (daun pepaya, daun kenikir, nangka muda, pepaya muda, dan lain sebagainya), serta lauk rempeyek dan krupuk nasi (puli). Nasi tumpang ini ada 2 jenis yaitu tumpang biasa yang menggunakan tempe “busuk” biasanya kuahnya tidak terlalu kental dan ada bulir tempenya, aroma sedapnya sudah tercium dari jarak beberapa meter.  Jenis kedua adalah sambal tumpang yang kental, biasanya ditambahkan tepung untuk pengentalnya dan menggunakan tempe biasa, aromanya nyaris tidak ada umumnya jenis sambal tumpang ini ada di Kediri kota. Terkadang ada lauk tambahan seperti tempe, tahu, telur puyuh, ayam, sate usus, dan sebagainya.

Penjual nasi tumpang dapat dijumpai hampir di setiap desa di Kediri. Umumnya jam buka adalah pagi sekali – Subuh – atau malam. Biasanya penjual nasi tumpang juga menyediakan sambal pecel, jadi nanti ada nasi campur yaitu tumpang campur pecel.

Terkadang nasi tumpang ini disajikan dalam daun pisang yang dibentuk pincuk dan menggunakan sendok dari daun pisang juga (suru). Di Bali di daerah Jl Teuku Umar Denpasar ada penjual nasi pecel tumpang yang enak banget, rame banget. Buka malam hari. Tapi penjualnya asli orang Kertosono.

Daftar Blog Saya